Misteri Kasus Tewasnya ADP, Diplomat Muda Kemlu Diambil Alih Polda Metro Jaya

ForumRakyat.com Jakarta, —–Kasus tewasnya diplomat muda ahli Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Arya Daru Pangayunan (ADP) dengan kondisi muka terlilit lakban masih menjadi misteri.
Sebelumnya, sebuah video rekaman CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan korban sempat keluar dari kamar pada malam hari sebelum ditemukan tewas keesokan harinya.
Pada video itu terlihat korban dari kamarnya sekitar pukul 23.24 WIB. Korban terlihat keluar kamar sambil membawa kantong kresek berwarna hitam dan berjalan ke arah pintu keluar kos.
Beberapa saat kemudian, korban kembali masuk, namun tak lagi membawa kantong kresek tersebut. Setelahnya, korban pun kembali masuk ke dalam kamar kosnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebut kamar kos yang dihuni korban terbilang cukup aman mengingat sistem smart dock lock di pakai dalam tempat lingkungan kos korban. Selain itu, akses di kos tersebut juga terbilang terbatas.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahadhi menyebut, smart dock lock kosan tersebut itu di pakai sebagi akses masuk di pagar. Jadi tidak sembarangan orang lain bisa masuk.
Rezha juga menyebut untuk membuka pintu kamar kos harus menggunakan kartu akses. Sejauh ini, diketahui kartu akses tersebut hanya dimiliki oleh korban.
“Ya, dari sampai dengan keterangan si pemilik kos itu ya hanya satu (dimiliki korban),” kata Rezha.
Alhasil, pintu kamar kos itupun dibuka paksa oleh penjaga saat korban tak bisa dihubungi. Saat itu lah penjaga kos mengetahui bahwa korban sudah tidak bernyawa.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus kematian diplomat Kemlu ini kini telah diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Kendati demikian, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Aryana tak membeberkan ihwal proses penyelidikan yang dilakukan.
Termasuk, apakah ada temuan baru dalam proses penyelidikan kasus tersebut yang awalnya ditangani Polsek Menteng Jakarta Pusat itu.
“Saat ini masih diselidiki oleh Ditreskrimun Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menargetkan hasil penyelidikan kasus kematian ADP bisa rampung dalam satu pekan.
“Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, insya Allah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya,” tutur Karyoto kepada wartawan.
Kata dia, saat ini penyelidik masih mendalami berbagai keterangan dan alat bukti. Termasuk, mendalami rekaman CCTV hingga barang elektronik milik korban.
“Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital, digital itu dari laptop dan lain-lain,” ujarnya.
“Nanti dari forensik barangkali membuka handphone bisa di-trace, ke mana, jam berapa, dia berhubungan dengan siapa,” terangnya dikutip dari cnnindonesia.com





